10 Mar 2024
Pernikahan dini bisa berdampak langsung pada kesejahteraan mental. Tekanan tidak mampu menjalani tugas sebagai orang tua dan masalah keuangan, bisa menyebabkan stres, depresi, bahkan bunuh diri.
Selain itu, menikah di usia muda juga dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Misalnya, kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah (BBLR), dan perdarahan saat persalinan.
Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), 25 tahun menjadi usia ideal menikah laki-laki dan 21 tahun bagi perempuan. Di usia itu, mereka sudah memiliki kesiapan fisik dan mental yang baik.
Usia Ideal Menikah Menurut Kesehatan Fisik dan Mental
Usia ideal menikah secara fisik dan mental adalah 20 sampai 25 tahun bagi perempuan dan 25 sampai 30 tahun bagi laki-laki. Di usia tersebut, baik perempuan maupun laki-laki sudah mampu berpikir secara dewasa dan matang.
Di rentang usia tersebut, perempuan dan laki-laki tak hanya matang secara fisik dan mental, tapi juga finansial. Artinya, mereka dianggap sudah mampu menghidupi diri sendiri dan tanggungan lain setelah menikah nanti.
Dampak Pernikahan di Usia Muda
Ada beberapa dampak yang berisiko dialami oleh pasangan yang menikah di usia muda. Beberapa di antaranya:
1. Gangguan psikologis
Gangguan psikologis yang rentan dialami oleh pasutri yang menikah di usia muda, yakni kecemasan, stres, dan depresi. Penyebabnya, yakni ketidaksiapan mental untuk menanggung beban dan tanggung jawab.
2. Komplikasi kehamilan
Perempuan yang melahirkan di usia muda berisiko mengalami preeklamsia atau anemia. Kondisi ini bisa berdampak pada eklamsia yang berakibat fatal. Gangguan dapat memicu kematian pada ibu dan janin.
3. Masalah ekonomi
Masalah ini disebabkan oleh laki-laki muda yang belum memiliki kesiapan mental untuk menanggung nafkah keluarga. Hal ini bisa berdampak pada munculnya lingkaran kemiskinan dalam tatanan hidup bermasyarakat.
4. Kekerasan rumah tangga
Akibat emosi yang tidak stabil, kekerasan rumah tangga bisa saja terjadi pada pasangan yang memutuskan menikah muda. Dari segi perempuan, mereka lebih rentan mengalami kekerasan seksual dari pasangan.
5. Perceraian
Perceraian menjadi dampak lainnya dari pernikahan di usia muda. Penyebabnya, yakni emosi yang tidak stabil. Kondisi ini memicu munculnya karakter egois dari masing-masing pihak, sehingga tidak ada yang menjadi problem solver.